Jejak 2 : Ada Apa dengan Aku ?
Seperti yang kalian tahu, aku telah tergabung dalam kelompok KKN Kebangsaan 2016. Awalnya tak kusangka akan menjadi salah satu delegasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Kepulauan Riau. Saat pertama kali ku dengar nama lokasi yang menjadi KKN tahun ini, aku tertarik. Karena satu hal yang kutahu bahwa ini akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga untukku. Pengalaman yang akan selalu ku kenang selama masa hidupku. Pengalaman yang akan kuceritakan kelak kepada keluargaku. Sebenarnya, ini terasa berlebihan ya, tapi itulah perasaan ku saat itu.
Pernah merasa bahagia banget tapi sedih? Ketika namamu ada dalam daftar impian yang kamu inginkan namun rasanya kabar itu datang bagai pahlawan kesiangan. Ia datang disaat kamu sudah menerima kenyataan untuk menjalankan hal yang sudah kamu kuatkan. Kesal sempat kurasakan untuk keterlambatan pengumuman hasil seleksi wawancara. Sehingga aku berpikir, aku memang tidak lolos. Aku berharap sekali untuk dapat lolos dalam 2 seleksi yang telah kuikuti. Namun, aku ikhlaskan diri untuk fokus dengan KKN Regulerku.
Aku mulai menemukan
kebersamaan dengan teman-teman KKN Reguler. Tiba-tiba pemberitahuan
tentang kelulusan seleksi KKN kebangsaan diumumkan. Dan, tentu saja, aku masuk dalam daftar yang lulus itu. Aku tak tahu apa yang harus aku rasa, sedih kah, kesal atau gembira. Aku kecewa, aku telah memulai untuk
membangun kembali semangatku untuk mengikuti KKN regular. Sampai akhirnya aku
bercerita dengan salah seorang teman KKN regulerku perihal ini. Tak kusangka,
diluar dugaanku, ia menangis. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku tidak bisa
menolak apa yang telah diberikan kepadaku saat itu. Kemudian satu persatu teman
KKN regulerku mengetahui hal ini dan menanyakan kepadaku hal yang sama, yaitu
‘Wid, ga diambil kan ?’
Aku sedih sekali, ingin rasanya aku mundur saat itu. Namun setelah banyak
konsultasi dan pertimbangan, akhirnyaku bangun kembali minatku pada KKN Kebangsaan 2016. Aku bersyukur berada diantara teman-teman yang baik dan
penuh kasih. Kuputuskan untuk membuka pembicaraan dengan teman-teman sekelompok
sekaligus berpamitan. Tak kusangka, mereka sangat mendukungku. Aku senang luar
biasa bahkan persentase minatku terhadap KKN kebangsaan melonjak dengan sangat
signifikan. Hal yang kukagumi lainnya adalah mereka tetap ada hingga sekarang.
Saling mendoakan dan berharap dapat bertemu kembali di waktu dan kesempatan
yang sama. Atau bahkan berjumpa kembali di lain waktu dalam keadaan yang lebih
baik.
Tidak hanya itu, semangatku semakin stabil rasanya hingga menjelang hari
keberangkatan tiba. Orang-orang disekitarku memberikan banyak petuah dan doa
yang baik untuk bekalku selama hidup sebulan di pulau orang. Bahkan dua orang
temanku rela datang pagi ke kampus untuk menyaksikan keberangkatanku. Senang
sekali rasanya berada di tengah-tengah mereka.
Pengalaman pertama ku naik pesawat yaitu pada saat KKN Kebangsaan ini. Kalian tahu ? sebenarnya ingin naik pesawat adalah salah satu mimpiku. Itulah salah satu alasan mengapa aku sebegitu inginnya menjadi salah satu bagian dari KKN Kebangsaan 2016. Tambah senang lagi, ketika aku bisa naik pesawat untuk yang pertama kali tanpa mengeluarkan biaya. Aku jadi sadar, semua impian dicapai dari hal yang sederhana.
Aku semangat ditempatkan bersama dengan
orang-orang luar biasa yang terpilih di KKN Kebangsaan ini. Mereka adalah
orang-orang hebat yang memiliki niat mengabdi untuk negara. Pro dan kontra
dari teman-temanku terhadap KKN ini cukup banyak. Ada beberapa teman yang
menganggap bahwa tema KKN ini tidak menunjang bidang keilmuanku. Aku jadi
bertanya-tanya, apakah agribisnis tidak dapat masuk dalam ranah pariwisata ? ditambah beberapa seniorku berkata “ngapain lu ribet-ribet sih wid,
jauh, ngehabisin banyak biaya pula, dan ribet bikin laporan”
Tetapi seingatku, aku tak lagi merasa kesal atau marah
kepada mereka yang kontra dengan pilihanku. Aku tahu mereka adalah temanku. Karena pada akhirnya hingga menjelang
keberangkatan, merekalah yang memberikan doa selamat sampai tujuan, sukses mengabdi hingga kembali dengan selamat 😇

Komentar
Posting Komentar