Wajah Pilu

Senja Jakarta


Tak kusangka ini jalan yang berat untukku

Dengan gagah kubuat target didekat pintu

Kugantung kokoh bagai ditempel paku


Tapi,


Kudapati diri ini terkikis waktu

Masa muda perlahan berlalu

Masa depan masih terlihat abu

Sejenak kurasa, aku takut jadi benalu

Tenggelam dalam sembilu tanpa berbuat sesuatu


Rutinitas menjadi rindu

Sementara tidur menjadi candu

Semangat tak lagi menggebu

Sementara cita membuat pilu

Tunas sepertiku ingin kilat melaju


Diri ini masih diam membatu

Tahu-tahu ceria berubah sendu

Tahu-tahu rona wajah berubah payau

Tahu-tahu habis masaku

Tahu-tahu pulang kepada yang Maha Satu


Jakarta, 15 November 2018

Komentar

Postingan Populer